.: Selamat Datang di Situs Resmi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Pemerintah Kota Yogyakarta:.                                                                                                                                                                                  .: Segenap karyawan dan karyawati Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta mengucapkan selamat Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin:.                                                         
  • Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta
  • Pelayanan Perizinan Secara Online untuk izin yang tidak memerlukan tinjauan lapangan seperti Penelitian, KKN, PKL, SIUP dan TDP
    selengkapnya
  • Dinas Perizinan Kota Yogyakarta telah bersertifikat ISO 9001:2008
  • Uruslah Sendiri Permmohonan Izin Anda, Jangan Persulit dengan Melalui Perantara / CALO..
  • Diantarnya adalah:
    » Penghargaan Untuk Kota Yogyakarta dari Ketua "BKPM INVESTMENT AWARD" (Pelayanan perijinan yang mendukung investasi) 2007
    » Penghargaan Untuk Kota Yogyakarta dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara "CITRA PELAYANAN PRIMA" (Kinerja Pelayanan Publik) 2008
  • Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta
Berita
Hits: 205 | Ditulis pada: 21/03/2017 08:05

“Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan kejelasan dan kepastian kepada calon investor atas pemanfaatan lahan di Kota Yogyakarta melalui Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Yogyakarta Tahun 2010-2029,” tutur Staf Ahli Walikota Bidang Umum, Drs.Tri Widiyanto saat menerima kunjungan kerja DPRD Kota Bekasi, Jumat (3/3).

Ia menjelaskan, Perda itu menjabarkan status kawasan, pemanfaatan lahan dan intensitas pemanfaatan ruang. Menurutnya hal yang harus dilakukan untuk mendukung iklim investasi adalah penyederhanaan prosedur perizinan, kejelasan untuk persyaratan perizinan dan waktu penyelesaian maksimal dalam pelayanan perijinan di Dinas Perizinan.

Sebagai upaya untuk menarik investor ke Yogyakarta, Pemkot telah membentuk Kliper (Klinik Perizinan). Klinik ini akan membantu calon investor yang mengalami hambatan ketika akan mengajukan perizinan,” jelasnya.

Selain Kliper, Pemkot juga telah membentuk Gerai Investasi dan AdvicePlanning. Keduanya adalah fasilitas layanan yang kami berikan kepada investor, yang tujuannya adalah memberikan kemudahan terkait peluang investasi yang ada di Kota Yogyakarta.

Pada kunjungan yang dilakukan oleh 16 orang dari DPRD Bekasi ini, Tri Widiyanto mengatakan, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, instansi yang semula bernama Dinas Perizinan saat ini telah berganti menjadi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan.

“Pembentukan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan adalah guna menjamin transparansi di bidang pelayanan perizinan, yang saat ini melaksanakan pemrosesan 27 jenis izin seperti HO, IMB, serta izin penelitian,” sambungnya.

Tri Widiyanto menambahkan, Beberapa jenis izin juga telah dapat diakses secara online sehingga memudahkan masyarakat dalam melihat sejauh mana izin telah diproses.

Selain membeberkan sistem perizinan di Pemkot Yogyakarta, Tri Widiyanto juga memberikan penjelasan terakit masalah pengelolaan aset. Ia menuturkan, Pemkot Yogyakarta beberapa waktu yang lalu telah melantik Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan Dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan Dan Barang Daerah (MP-TPTGR).

“Majelis ini adalah para pejabat yang ex-officio ditunjuk dan ditetapkan oleh Kepala Daerah yang bertugas membantu Kepala Daerah dalam penyelesaian kerugian daerah,” terangnya.

Selain itu MP-TPTGR juga bertugas Menindaklanjuti temuan aparat pengawasan fungsional seperti BPK, BPKP dan Inspektorat terhadap bendahara, pegawai bukan bendahara, maupun pihak ketiga yang melakukan perbuatan merugikan keuangan atau barang daerah.

Ia menjelaskan, Tugas MP-TPTGR ini sangat berat terutama jika dikaitkan dengan beban moral, mengingat orang-orang yang diperiksa adalah rekan-rekan kerjanya sendiri dimana sangat dimungkinkan terjadinya conflict of interest .

Sementara itu, Ketua DPRD Bekasi, H. TumaiS.E menjelaskan, maksud kedatanganya ke Pemkot Yogyakarta adalah untuk mempelajari masalah penanaman modal dan pengelolaan aset.

Ia berharap bisa mendapatkan referensi baru yang akhirnya dapat ia terapkan di Pemkot Bekasi. Ia juga menilai, Yogyakarta sebagai salah satu Kota yang memiliki sistem pengelolaan Pemerintahan terbaik. (Nurul)